Halaman

Kamis, 16 April 2015

Review: The Raid: Redemption


Bukan orang indonesia jika tidak tau The Raid, ya, film indonesia yang disebut-sebut film yang paling sukses menembus pasar internasional dibandingkan film indonesia lainya ini membuat saya me-review film The Raid bercerita tentang sebuah gedung apartemen terlantar yang tak tertembus dan menjadi rumah aman bagi gangster, penjahat dan pembunuh yang paling berbahaya. Blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tak tersentuh oleh para rival gembong narkoba terkenal Tama Riyadi (Ray Sahetapy), bahkan untuk perwira polisi paling berani sekalipun. Semuanya berubah ketika sebuah tim polisi senjata dan taktik khusus berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu bangunan tersebut dan mengakhiri teror Tama untuk selamanya.

Di bawah kegelapan dan keheningan fajar, Rama (Iko Uwais), seorang calon ayah dan perwira polisi elit baru, dalam regu yang dipimpin oleh Sersan Jaka (Joe Taslim), tiba di blok apartemen Tama dengan petunjuk Letnan Wahyu (Pierre Gruno). Setelah berpapasan dengan Gofar (Iang Darmawan) salah seorang penghuni apartemen tersebut, mereka menerobos masuk dan dengan hati-hati mengamankan para penjahat penghuninya.

Film ini banyak mendapat apresiasi dunia dan banyak penghargaan sebagai film laga terbaik menurut saya film yang banyak menampilkan adegan silat ini memang patut diacungi jempol, bagaimana tidak film ini bahkan ditiru oleh Captain America: The Winter Soldier dalam hal fighting scene-nya, untuk sekedar info fighting scene nya sendiri koreografernya adalah Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan yang merupakan aktor di film The Raid ini sendiri

Poinya adalah film ini merupakan film yang harus ditonton oleh orang indonesia dan indonesia patut berbangga karena film seperti inilah yang membuat nama indonesia dikenal di kancah internasional
dan film ini pun memiliki sequel yang berjudul The Raid: Berandal

2 komentar:

 

Blogger news

Blogroll

About

Blog Review yang dibuat untuk menyalurkan ide